Hukum Murphy menekankan kemungkinan, menyoroti perubahan dan ketidakpastian dari suatu peristiwa. Ketika kamu melakukan sesuatu dan tidak terjadi kesalahan pada kali pertama, serta tidak ada masalah pada kali kedua, semakin sering kamu melakukannya, perlahan-lahan hal itu akan menjadi rutinitas yang pasti terjadi. Seperti pepatah: “Jika sering naik gunung, suatu hari pasti bertemu harimau”, ini mengacu pada situasi semacam itu�.Jika sering naik gunung, akhirnya bertemu harimauPada zaman dahulu, lingkungan belum rusak separah sekarang dan gunung masih dihuni oleh harimau. Meski harimau sangat jarang, tetapi jika sering memasuki daerah yang dihuni harimau, lambat laun suatu saat pasti akan bertemu. Dalam hidup nyata, sering kali kita menghindari mengambil risiko karena tahu akibatnya akan menyakitkan�.Contohnya, di pinggir danau ada papan peringatan: “Bahaya air, dilarang berenang!” Namun, banyak orang tetap mengabaikan peringatan, merasa sudah mahir berenang atau tidak akan tenggelam. Setelah berkali-kali berenang tanpa terjadi apa-apa, akhirnya di percobaan ke N+1 seseorang tenggelam.Ketika lampu merah menyala, ada orang yang tetap nekat menyeberang karena merasa bisa menghindar. Meski selamat berkali-kali, pada kesempatan ke N+1 bisa saja akhirnya tertabrak mobil.Seseorang tahu bahwa mencuri adalah ilegal, tetapi setelah berkali-kali lolos, pada akhirnya di percobaan berikutnya ia bisa saja tertangkap�.Pengalaman dan Penetapan Hukum MurphyKesalahan psikologis manusia berakar dari kondisi seperti godaan, kebiasaan, dan sumbernya. Kamu mungkin bisa menghindari masalah berkali-kali, tetapi sulit menghindar dari "suatu saat". Seperti kata pepatah, “begitu suka bermimpi, akhirnya mimpi menghilang.” Banyak orang merasa di saat segalanya berjalan lancar, malapetaka terjadi justru ketika seseorang sudah lengah�.Selain pepatah “sering naik gunung akhirnya bertemu harimau,” budaya Tionghoa juga punya banyak ungkapan lain yang menunjukkan hukum Murphy dalam kehidupan sehari-hari, seperti “sering melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan, akhirnya akan kena masalah”, “setiap misal tak bisa terjadi dalam keluarga”, dan sebagainya.Oleh karena itu, dalam perjalanan hidup, kita sebaiknya tidak terlalu percaya pada penetapan hukum Murphy secara mutlak dan pesimistis. Menurut penelitian ilmiah, penetapan hukum Murphy cenderung terlalu ekstrem dan berlebihan. Ini adalah salah satu bentuk penjelasan dalam kehidupan�.Penetapan hukum Murphy umumnya terdiri dari dua bentuk: penjelasan terbalik dan pengalaman empiris. Penjelasan terbalik adalah jenis penjelasan pertama. Hukum Murphy tidak hanya menjelaskan asal-usulnya, tetapi juga menunjukkan efektivitas penerapannya�.Angin Tidak Selalu Mengikuti Gaya RambutmuBanyak situasi dalam hidup membuktikan kebenaran Hukum Murphy. Contohnya, “angin tak pernah ikut arah gaya rambutmu,” selain dalam bentuk humor, frasa “selalu” hampir mustahil secara matematika. Dari sudut probabilitas: ada delapan arah angin utama: timur, selatan, barat, utara, tenggara, barat daya, timur laut, barat laut. Probabilitas angin akan mengikuti gaya rambutmu hanya 12.5%. Sementara itu, 87.5% waktu arah angin tidak akan sesuai harapanmu���.Menghadapi Kenyataan Hukum MurphySesungguhnya, di balik penetapan hukum Murphy memang terdapat optimisme dan pesimisme, namun ini justru membuat kita lebih berhati-hati terhadap setiap kemungkinan kegagalan, bukan sekadar menyerah pada nasib. Jika kita bisa mengubah cara pandang dan menghargai setiap momen, kehidupan akan dipenuhi senyuman dan kebahagiaan, meski kenyataan sering kali berbeda dari ideal�.Jika kamu ingin terjemahan halaman tertentu secara lebih detail atau ingin semua isi tanpa rangkuman, silakan infokan!
Sunday, November 2, 2025
Wednesday, October 29, 2025
《楞严经》劝和指南
《楞严经》劝和指南:给地球球长的加急邮件发件人: 宇宙和平与内在发展委员会(CPID)主席 释迦牟尼
收件人: 地球各国领导人(球长们)
主题: Re:Re:Re: 紧急!关于您家后院“打架”事件的N次友好提醒
亲爱的地球球长们:你们好!我是谁?不重要。你们可以叫我老释,一个在宇宙社区里做了几千年“居委会大妈”工作的热心邻居。最近,我们委员会的“宇宙顺风耳”——观音菩萨,又向我投诉了。他说你们地球的信号太吵,各种炮弹声、叫骂声、甩锅声……混合着股市的哀嚎,把他的“耳根圆通”24/7超宽带都快搞到网络堵塞了。他本来在听一颗中子星的内心独白,结果被你们的“动静二相”搅得心神不宁,差点以为自己修行退步了。
所以,我不得不召开一个紧急会议。阿难尊者做了会议纪要,他现在多闻第一,八卦也第一。他说,这事儿得从根儿上解决。于是,我们决定用本委员会的万年经典指导手册——《楞严经》,给各位球长免费开一堂“如何不打架”的线上培训课。
第一课:七处征“战心”——你那颗想打仗的心,到底在哪?阿难当年找自己的心,找了七个地方都没找着。今天,咱们也来找找各位球长那颗“战心”。
1.战心,在军火库里吗? 你们说,因为武器先进,所以必须展示一下肌肉。可武器是铁疙瘩,它自己没心,是你们的心想动它。所以,战心不在军火库里。
2.在国境线外吗? 你们说,是“敌对势力”在边境线上晃悠,所以你们才紧张。可“敌对势力”也是一群和你们一样吃饭睡觉、也会为自家孩子成绩发愁的人。你们的心要是不觉得他们是“敌人”,他们就是“邻居”。所以,战心不在国境线外。
3.潜藏在历史的旧账本里? 你们说,几百年前你爷爷的爷爷被他爷爷的爷爷欺负过,这笔账必须算。可历史是已经翻过去的书,你总盯着旧账本,只会把眼睛看成近视。那颗翻旧账的心,是念念生灭的“妄心”,不是你本来清净的“真心”。
4.在能源管道里?在贸易顺差里? 你们为了石油、天然气、芯片打得不可开交。可这些东西,如同佛陀手里的花,缘聚则生,缘散则灭。今天你多采一块油,明天可能就堵一次车。把心安在这些身外之物上,如同把房子建在沙滩上,太不牢靠了。……
我们找了七个地方,发现这颗“战心”根本没有一个实体!它就像个网络喷子,你越搭理它,它越来劲。你一“返观内照”,它就瞬间404 Not Found了。原来,战争,不过是一场由“妄心”导演的、成本极高、演技极差的烂片。
第二课:八还辨“和见”——把不和平的都还掉,剩下的是什么?好了,既然“战心”是假的,那什么才是真的?咱们来做个“八还辨见”的游戏。•你看到的“敌意”,还给媒体的渲染;•你听到的“威胁”,还给政客的演讲;•你感到的“不安全感”,还给军火商的KPI;•你坚持的“绝对领土”,还给地球的板块运动;•你争论的“意识形态”,还给历史的尘埃……
把这一切都还掉之后,剩下那个希望人民安居乐业、孩子能上学、老人能遛弯的“愿望”,那个能感受对方痛苦、能欣赏对方文化的“能力”,它还给谁?没处还!这个不生不灭、本自具足的“和平之见”,就是你们的真心本性啊,球长们!
第三课:舍“识”用“根”——高级的外交技巧懂了理论,咱们得上实践课。下次开国际会议,别再用你们的第六意识(分别心)了,那玩意儿除了抬杠和算计KPI,没啥大用。试试我们委员会推荐的“耳根圆通”法门:
•当对方代表发言时:别急着反驳。练习“入流亡所”,听他说话,但不去分别他是在“夸我们”还是在“骂我们”。只是听,返闻那个能听的“闻性”。你会发现,当你不带情绪地听,你能听到他语言背后的真正需求和恐惧。那时候,沟通才真正开始。
•当谈判陷入僵局时:别拍桌子。练习“动静二相,了然不生”。现场的紧张气氛是“动相”,沉默的尴尬是“静相”。这些都是虚妄的。安住在你如如不动的闻性上,你会发现,解决问题的智慧,会像WiFi信号一样,自己就冒出来了。
第四课:四种清净明“和”——和平外交四项基本原则要想世界和平,必须遵守我们委员会的“四种清净明诲”:
1.断“贪”:别总觉得邻居家的地比自家的肥,别人的资源比自家的好。地球资源是共享单车,不是私家跑车,大家都要用。贪心不除,冲突不绝。
2.断“嗔”:别动不动就“严正交涉”、“强烈谴责”。心里有火,容易烧到自己眉毛。学学弥勒菩萨,笑口常开,大肚能容,把航母战斗群的预算,拿去做点国民心理健康建设,比啥都强。
3.断“盗”:别用各种金融霸权、技术壁垒去“偷”别国的发展机会。这种行为在宇宙社区里是会被拉黑的。真正的强大,是帮助别人一起富起来。
4.断“妄”:别吹牛,别撒谎。今天说“为了和平”,明天就扔炸弹,这种大妄语,果报很严重的。会被记入宇宙历史的“差评榜”,几亿年都下不来。
结语:证入“首楞严大定”的世界和平亲爱的球长们,当你们不打仗了,省下来的军费可以给每个孩子买一个甜筒;当你们不搞对立了,全世界的科学家可以一起研究怎么去火星种土豆。那时的世界,没有恐惧,没有敌意,大家在地球这个社区里,一起摇摆,一起创造,那该是多么“一切事究竟坚固”的“首楞严大定”啊!
别再“蒸沙作饭”了,战争这锅饭,永远也熟不了。放下屠刀,拿起麦克风,不是为了争吵,而是为了合唱一首《We Are the World》。好了,线上培训课就到这里。希望各位球长能有所感悟。如果还有疑问,欢迎随时来我们委员会喝茶。我们这里有八功德水,免费续杯。
祝:六根清净,世界和平!宇宙和平与内在发展委员会 主席
(一个操碎了心的邻居) 释迦牟尼
(观音菩萨、文殊菩萨、普贤菩萨等全体委员 联署)
Tuesday, October 28, 2025
onde onde
Tentu! Ini resep Onde-Onde yang empuk, lembut, dan lumer isi gula merahnya.
Onde-Onde Isi Gula Merah
Resep ini untuk kira-kira 20-25 biji onde-onde.
Bahan-Bahan:
A. Bahan Kulit:
· 200 gr tepung ketan
· 50 gr tepung beras (supaya tidak terlalu lembek)
· 150 ml air hangat (secukupnya, jangan semua dituang sekaligus)
· 1/4 sdt garam
· 50-75 gr ubi jalar kukus, haluskan (opsional, untuk warna kuning alami dan tekstur lebih empuk)
· 1 sdm gula pasir (opsional, untuk sedikit manis)
· Pewarna makanan hijau (opsional, 2-3 tetes)
B. Bahan Isian:
· 100 gr gula merah, serut halus atau cincang
· 1 sdm tepung terigu (untuk mencegah gula meleleh berlebihan)
C. Bahan Pelapis:
· 150 gr wijen
· Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng
---
Cara Membuat:
1. Membuat Isian:
· Campur gula merah yang sudah diserut dengan 1 sdm tepung terigu. Aduk rata.
· Ambil sedikit campuran, kepal-kepal sedikit hingga menyatu. Sisihkan.
2. Membuat Adonan Kulit:
· Jika menggunakan ubi, kukus hingga matang lalu haluskan selagi masih hangat.
· Dalam sebuah wadah, campurkan tepung ketan, tepung beras, garam, (gula pasir jika pakai), dan ubi halus.
· Tuang air hangat dan pewarna hijau sedikit demi sedikit sambil diuleni. Stop tuang air jika adonan sudah bisa dipulung dan tidak lengket di tangan. Jangan sampai adonan terlalu lembek.
· Uleni terus hingga adonan benar-benar kalis dan halus. Tutup dengan serbet basah dan istirahatkan selama 15-20 menit.
3. Membentuk Onde-Onde:
· Siapkan wijen di dalam piring datar.
· Ambil sedikit adonan (kira-kira sebesar kelereng besar). Pipihkan adonan di telapak tangan.
· Beri isian gula merah di tengahnya. Tutup dan bulatkan dengan sempurna, pastikan tidak ada celah agar gula tidak keluar saat digoreng.
· Gulingkan bola onde-onde ke dalam wijen sambil ditekan sedikit agar wijen menempel sempurna. Lakukan hingga adonan habis.
4. Menggoreng Onde-Onde:
· Kunci agar onde-onde tidak meletus: gunakan minyak yang banyak dan teknik goreng dengan api sedang-sedang kecil.
· Panaskan minyak dalam wajan yang cukup dalam. Pastikan minyak sudah benar-benar panas sebelum onde-onde dimasukkan.
· Masukkan onde-onde secara bertahap, jangan terlalu penuh.
· Goreng dengan api sedang. Begitu masuk, segera balik-balik bola onde-onde secara perlahan agar wijen tidak gosong dan bola mengembang merata.
· Goreng hingga onde-onde mengapung dan berwarna kuning keemasan. Terkadang onde-onde akan sedikit retak, itu pertanda sudah matang.
· Angkat dan tiriskan minyaknya.
---
Tips Sukses:
· Jangan terlalu banyak air: Adonan yang terlalu lembek adalah penyebab utama onde-onde meletus.
· Bentuk rapat: Pastikan adonan tertutup sempurna tanpa celah.
· Minyak harus panas: Menggoreng dengan minyak yang belum panas akan membuat onde-onde menyerap minyak dan bisa pecah.
· Jangan dibiarkan diam: Aduk terus perlahan di menit-menit awal menggoreng untuk hasil yang rata.
· Hidangkan hangat: Onde-onde paling enak dimakan selagi hangat di mana gula merahnya masih lumer!
Selamat mencoba dan semoga onde-ondenya meletup lembut di mulut! 😊
Thursday, October 23, 2025
pantun
Tentu! Pantun adalah bentuk puisi Melayu tradisional yang sangat indah dan penuh makna, terdiri daripada dua bagian: pembayang (sampiran) dan maksud. Berikut adalah 20 pantun Melayu yang paling popular dan sering didengari, lengkap dengan makna yang dikandungnya.
---
Pantun Nasihat & Budi Pekerti
1. Pantun Empat Kerat Klasik
Pisang emas bawa belayar,
Masak sebiji di dalam peti;
Hutang emas boleh dibayar,
Hutang budi dibawa mati.
· Maksud: Hutang wang boleh dilangsaikan, tetapi hutang budi (kebaikan seseorang) akan diingat selamanya.
2.
Kalau ada jarum patah,
Jangan disimpan di dalam peti;
Kalau ada silap dan salah,
Jangan disimpan di dalam hati.
· Maksud: Kesilapan dan perselisihan faham perlu diselesaikan secara terbuka, jangan dipendam kerana boleh merosakkan hubungan.
3.
Di mana bumi dipijak,
Di situ langit dijunjung.
· Maksud: Kita harus menghormati adat dan budaya tempat di mana kita berada.
4.
Yang kurik kundi,
Yang merah saga;
Yang baik budi,
Yang indah bahasa.
· Maksud: Keperibadian yang baik dan tutur kata yang sopan itu lebih berharga daripada segala-galanya.
5.
Berakit-rakit ke hulu,
Berenang-renang ke tepian;
Bersakit-sakit dahulu,
Bersenang-senang kemudian.
· Maksud: Usaha dan kesungguhan yang gigih akan membuahkan kejayaan dan kesenangan pada masa hadapan.
---
Pantun Cinta & Kasih Sayang
6. Pantun Cinta yang Terkenal
Dua tiga kucing berlari,
Mana sama si kucing belang;
Dua tiga boleh ku cari,
Mana sama abang seorang.
· Maksud: Kekasih hati (abang) adalah yang teristimewa dan tidak boleh digantikan dengan orang lain.
7.
Jalan-jalan ke Kota Bharu,
Singgah sebentar di Kedai Mulong;
Tuan cantik saya kasihu,
Suka hati saya inginkan.
· Maksud: Ungkapan rasa cinta dan kekaguman terhadap seseorang.
8.
Pohon sena di tepi jeram,
Tempat kumbang bersarang madu;
Sepanjang hari aku terkenang,
Tidak lagi lepas dari fikiran.
· Maksud: Rindu yang mendalam dan berterusan terhadap kekasih.
9.
Tanam selasih di ulu bendang,
Tumbuh seekor ikan gabus;
Hati dendam berpautan sayang,
Kasih tak dapat melupakan.
· Maksud: Perasaan cinta dan sayang yang berputik meskipun ada sedikit kekesalan.
10.
Sungai Lerek tepian mandi,
Mandi berendam di tepi jambatan;
Hati luka terkena panah,
Luka di hati siapa yang punya.
· Maksud: Perasaan sakit hati dan kecewa kerana cinta.
---
Pantun Jenaka
11. Pantun Jenaka Klasik
Ikan tenggiri di dalam pukat,
Ikan yu memakan tuba;
Kalau tuan bijak sangat,
Kenapa gajah mata sepet?
· Maksud: Jenaka yang menyindir orang yang mengaku bijak tetapi melakukan kesilapan yang nyata.
12.
Anjing kecil bernama Si Tompok,
Duduk termenung di bawah muka pintu;
Tuan datang saya menyembok,
Sebab tuan yang saya rindu.
· Maksud: Pantun jenaka ringan tentang kerinduan, dengan pembayang yang lucu.
13.
Duduk bermain di pangkal lalang,
Hinggap seekor burung dara;
· Maksud: Sindiran halus tentang seseorang yang suka bercakap besar atau mengumpat.
14.
Limau purut di atas kabu,
Limau manis untuk penjerat;
· Maksud: Sindiran tentang orang yang berlagak tetapi hakikatnya tidak begitu.
---
Pantun Muda-Mudi & Sindiran
15.
Anak ayam turun sembilan,
Mati satu tinggal lapan;
· Maksud: Galakan untuk rajin menuntut ilmu kerana itu adalah kunci masa depan.
16.
Pucuk paku dilayangkan,
Sampai setela jangan layu;
· Maksud: Nasihat untuk bersikap tegas dan berani mempertahankan prinsip.
17.
Geylang si geylang orang,
Geylang sampai ke kelapa;
· Maksud: Nasihat untuk berhati-hati dengan pergaulan.
18.
Oles-oles perahu tambang,
Tambang beroleh ke seberang;
· Maksud: Sindiran kepada orang yang bercakap tidak tentu hala atau tidak menepati janji.
19. Pantun Permainan (Bersembang)
Apa guna pasang pelita,
Jika tidak dengan sumbunya;
Apa guna bermain mata,
Jika tidak dengan sungguhnya.
· Maksud: Menegaskan bahawa setiap tindakan, terutamanya dalam bercinta, harus dilakukan dengan niat yang jujur dan serius.
20. Pantun Penutup (Biasa digunakan dalam ucapan)
Sudah gaharu cendana pula,
Sudah tahu bertanya pula;
· Maksud: Ungkapan penutup yang berlapik, menyindir halus orang yang sudah tahu tetapi masih bertanya. Ia juga digunakan sebagai penanda tamatnya sesi berpantun.
---
Pantun-pantun ini bukan sahaja indah dari segi bahasa dan irama, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai murni, kebijaksanaan hidup, humor, dan kemanusiaan yang menjadikannya kekal relevan hingga ke hari ini.
Monday, October 20, 2025
masakan indonesia 1
Perkedel (sering juga disebut "prekeldil" atau "begedil") adalah makanan khas Indonesia yang terbuat dari kentang, biasanya digoreng terlebih dahulu, kemudian dihaluskan dan dicampur dengan bahan lain seperti daging cincang, daun bawang, seledri, dan bumbu rempah����.
Adonan lalu dibentuk bulat pipih dan dicelup ke kocokan telur sebelum digoreng hingga keemasan��.
Asal Usul PerkedelIstilah "perkedel" berasal dari panganan Eropa, yakni "frikadeller" atau "frikadel", yang merupakan hasil pengaruh Belanda saat masa kolonial. Jika asli Eropanya berbahan dasar daging, di Indonesia bahan utamanya justru kentang karena lebih murah dan mudah diperoleh pada zaman itu. Nama dan bahan inilah yang membedakan frikadel Belanda dan perkedel Indonesia���.
Variasi PerkedelSelain perkedel kentang, ada juga variasi lain, seperti:Perkedel tahu (berbahan utama tahu)Perkedel jagung (berbahan utama jagung)Perkedel singkong atau ubi jalar (dari singkong atau ubi yang dihaluskan)
Setiap variasi tetap menggunakan teknik dan bumbu dasar yang mirip dengan perkedel kentang�.
Resep Dasar Perkedel KentangBerikut ringkasan bahan dan proses membuatnya:Kentang digoreng hingga matang, lalu dihaluskanTambahkan bawang goreng, daun seledri, daun bawang, garam, merica, dan (opsional) daging cincang, ati ampela, atau daging kornetBentuk bulat pipih, celupkan dalam telur kocokGoreng hingga keemasanPerkedel biasa disajikan sebagai pelengkap soto, sop, atau makanan berkuah, juga cocok sebagai lauk pendamping nasi��.
Ringkasan Keistimewaan PerkedelTekstur lembut di dalam dan renyah di luarMenggunakan bahan murah dan mudah didapatMengadaptasi tradisi Eropa menjadi khas Nusantara��
Perkedel adalah bukti kreativitas dapur Indonesia yang mengubah pengaruh luar menjadi bagian dari identitas kuliner lokal.
Sunday, October 19, 2025
book
Book Overview
This book was born in the crucible of crisis. As I shuttled between Singapore and Penang, managing the care of my two aging parents—my 72-year-old mother, whose massive stroke in 1987 left her with a 37-year legacy of post-stroke depression, and my 82-year-old father, whose mind is being slowly stolen by Lewy Body Dementia—I found myself desperately searching for a framework that could make sense of the chaos.
I attempt to weave together the rigorous insights of neuroscience and psychology with the ancient wisdom of Buddhist philosophy, creating a comprehensive guide for anyone navigating the treacherous waters of major life transitions.What began as a personal quest for understanding evolved into a broader mission: to create a resource that could serve both the general reader in crisis and the academic or clinical professional seeking a deeper, more integrated perspective on caregiving, aging, and neurological disease.
Each chapter is built on a foundation of peer-reviewed research, drawing from the latest studies on stroke pathophysiology, post-stroke syndrome, dementia, caregiver stress, and post-traumatic growth. But the book refuses to remain in the realm of abstraction. Real case studies—including the published accounts of patients like "Mr. John," whose three-year misdiagnosis of Lewy Body Dementia as depression mirrors countless other tragedies, and the intimate details of my own family's "Penang Rotation"—ground the science in lived experience. The result is a work that honors both the complexity of the brain and the irreducible humanity of the person trapped inside a failing one.
At its heart, this book is an act of meaning-making, an exercise in the Japanese art of Kintsugi—taking the shattered pieces of a life and filling the cracks with gold. It is written for the daughter who has become her mother's keeper, for the son watching his father disappear into the fog of dementia, for the middle-aged adult caught between the demands of aging parents and their own unraveling identity, and for anyone who has ever stood in the presence of profound suffering and asked, "What now?"
My hope is that this book will serve as both a lighthouse in the storm and a companion on the long road of caregiving and transition. It will not make the journey easier, but it may help you walk it with greater wisdom, compassion, and an understanding that even in the darkest passages of life, there is the possibility of finding not just survival, but transformation.
Tuesday, October 7, 2025
milli and microseconds
A millisecond is 1,000 times longer than a microsecond.
---
The Breakdown:
1. Microsecond (µs):
· One millionth of a second.
· Written in scientific notation: 1 µs = 0.000001 s or 1x10⁻⁶ s.
· Example: It takes about 1-10 microseconds for a camera flash to fire.
2. Millisecond (ms):
· One thousandth of a second.
· Written in scientific notation: 1 ms = 0.001 s or 1x10⁻³ s.
· Example: A human eye blink takes about 100-400 milliseconds.
The Comparison:
· 1 millisecond = 1,000 microseconds
· 1 microsecond = 0.001 milliseconds (one-thousandth of a millisecond)
Analogy:
If you think of one second as one full hour:
· A millisecond would be 3.6 seconds.
· A microsecond would be a mere 0.0036 seconds (or 3.6 milliseconds).
A Handy Scale of Time (from short to long):
Unit of Time Symbol In Seconds
In summary: Millisecond is the longer unit. You can fit 1,000 microseconds into a single millisecond.
Subscribe to:
Posts (Atom)